(Suatu Renungan tentang janji Allah)
Yesaya 38 1-8
Hizkia dilahirkan dengan keadaan kerajaan yang mengalami masalah secara Agama dan politik, dimana Raja Ahas yang merupakan ayah dari Hizkia adalah sorang raja yang jahat dimata Tuhan, seorang raja yang tidak bertobat, dan tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti Daud bapa leluhurnya, ini membuat TUHAN merendahkan Yehuda oleh karena Ahas berlaku tidak setia kepada Tuhan, (2 Taw 28:19), Pada waktu itu majulah Rezin raja Aram, dan Pekah bin Remalya, raja Israel mengepung Yerusalem, bukan hanya itu bahkan Tilgat-Pilneser raja negeri Asyur datang kepada Ahas bukan untuk membantu melainkan untuk menyesakkannya.
Setelah Ahas mati, Hizkia yang mewarisi kerajaan Yehuda dalam kondisi seperti ini, dimana kerajaan tidak dalam keadaan baik, orang Israel banyak yang tidak hidup dalam kehendak Tuhan, tapi yang luar biasa dari Hizkia, dia tidak menyerah cuma karena keadaannya salah, dia tidak meyelahkan keadaan, menyelahkan Tuhan, menyalahkan ayahnya, tapi Hizkia mau melakukan perubahan, supaya kerajaannya biasa berubah.
Ada 3 Terobosan yang Hizkia lakukan yang membuat dia mengalami terobosan yang luar biasa dalam kerajaannya maupun dalam kehidupannya dalam Tuhan.
1. Hizkia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. Pada jaman raja Ahas ayahnya raja Ahas menutup pintu Rumah TUHAN dan membuat mezbah-mezbah bagi dirinya di segenap penjuru Israel ( 2 Taw 28:24) . Hizkia menyadari untuk melakukan sebuah perubahan di mulai dengan TUHAN, tidak ada pemulihan dalam hal apapun jika tidak di mulai dengan hubungan kita dengan TUHAN, membuka pintu rumah TUHAN berarti membuka hubungan kita dengan TUHAN, mebuka hati kita untuk TUHAN, mengapa Yesus mau mati di atas kayu salib, itu karena Dia mau memulihkan hubungan kita dengan BAPA,makanya Yesus menyebut dirinya Akulah Pintu (Yoh 10:9) hanya Yesus satu- satunya jalan kepada BAPA tidak ada pintu yang lain, makanya jika pintu itu rusak maka kita tidak punya akses untuk datang kepada BAPA, makanya mari kita membuka dan memperbaiki pintu yang telah rusak, karena ini adalah jalan menuju sebuah terobosan. Ada 2 hal yang harus kita lakukan untuk memulihkan hubungan kita dengan TUHAN :
- Kekudusan Hidup Allah kita adalah Allah yang Maha Kudus, dan sebagai Allah yang Maha Kudus Dia tidak tehampiri oleh dosa, jangan main-main dengan Tuhan, Dia adalah Api yang menghanguskan, bukan berarti kita telah menerima Yesus, kemudian kita seenaknya saja hidup dalam dosa. Dalam 2 Taw 29:5 Hizkia memerintahkan kepada orang Lewi untuk menguduskan diri mereka dan mengeluarkan kecemaran dari tempat Kudus, pengudusan diri kita sangat penting untuk memulihkan hubungan kita dengan BAPA.
- Merekomitmen kembali Hubungan kita dengan TUHAN. Allah Kita adalah Allah perjanjian, sepanjang sejarah mulai dari Adam sampai kitab wahyu penuh dengan perjanjian antara Allah dengan manusia, Dia mengikat perjanjian dengan Nuh, Abraham, dan Daud, bahkan dengan orang Orang Israel Dia mengikat perjanjian, dan setiap ikatan perjanjian ada konsukuensi yang telah disepakati bersama antara Allah dan orang Israel, dimana jika mereka tetap Menyembah TUHAN dan tidak menyembah kepada allah yang lain makan TUHAN akan memberkati mereka, melindungi, bahkan menjadikan mereka bangsa yang besar, tapi jika mereka menyembah allah yang lain maka TUHAN yang akan menghancurkan mereka, ini adalah sebuah perjanjian. Hizkia menyadari ini, makanya Hizkia membuat perjanjian kembali dengan TUHAN, dimana orang Israel telah melanggarnya. penting bagi kita untuk membangun sebuah komitmen dengan TUHAN, untuk kita berkomitmen dalam panggilan kita dalam pelayanan, berkomitmen berarti mengikatkan diri kita dengan TUHAN.
2. Hizkia merayakan Paskah.
Paskah pada jaman Israel, adalah merayakan sebuah kelepasan dari kematian, dimana TUHAN membunuh semua anak sulung di mesir kecuali di Israel di mana rumah mereka memiliki metrai dara Anak domba, merayakan paskah berarti mereka mengingat Kebaikan TUHAN atas mereka, dimana TUHAN sebagai penyelamat, paskah bagi kita adalah merayakan hari kemenangan atas dosa lewat kematian dan kebangkitan Kristus, dimana kita di selamatkan oleh karenaNya, Hizkia menyadari bahwa dia harus tetap mengingat kebaikan TUHAN dalam hidupnya, kita harus merayakan paskah setiap saat, yaitu selalu mengucap syukur atas kebaikan TUHAN atas hidup kita.
3. Hizkia mengatur sumbangan untuk para Imam dan orang Lewi
Hizkia mengerti prinsip memberi, bagaimanapun masalah keuangan yang di hadapi oleh Hizkia, dia menyadari untuk belajar memperhatikan para Imam dan orang lewi, karena mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam Rumah Allah, belajar memberi adalah sebuah langkah terobosan yang sangat prinsip untuk mengalami sebuah pemulihan, memberi dalam Rumah Allah akan membukakan tingkap-tingkap langit bagi kita, dalam kitab Amsal 3:27 dikatakan, "Jangan menahan kebaikan bagi mereka yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya"
Ketika Hizkia melakukan 3 langkah terobosan di atas sungguh luar biasa pemulihan yang dia alami dalam kerajaannya, secara Iman, politik, maupun finansial. Dalam 2 Taw 31:20-21 di sana dikatakan bahwa Hizkia melakukan semuanya itu dengan segenap hati, dan TUHAN membuat segalanya usahanya berhasil.
Tapi kisah Hizkia bukan hanya sampai dia berhasil.., itu baru tonggak dasar dari ujian iman yang harus dia lewati, dalam 2 Taw 32 : 1, dikatakan: Setelah peristiwa yang menunjukan kesetian Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu yehuda. jangan kita berpikir bahwa setelah Tuhan menolong kita, atau setelah kita mengalami mujizat Tuhan, atau baru mengalami babtisan Roh Kudus, kemudian masalah selesai, belum tentu, Hizkia baru selesai memperoleh kemenangan tapi kenyataannya datanglah sebua serbuan dari raja Asyur.., justru pengalaman kemenangan kita dengan Tuhan ketika melewati banyak pergumulan akan membuat iman kita semakin tertancap dalam dengan Tuhan, membuat kita sulit untuk tergoncangkan.
Serangan yang di alami oleh Hizkia bukan hal yang mudah.., raja Sanherib baru saja merayakan kemenangan atas bangsa israel.., pada masa itu kerajaan asyur dalam puncak kemenangan besar, dimana banyak sekali daerah mereka taklukan, makanya raja asyur menyuruh juru minum raja pergi untuk meminta Hizkia menyerah, juru minum raja datang untuk mengintimidasi Hizkia, mencemooh Allah Israel, untuk membuat Hizkia goyah akan imannya kepada TUHAN, ini adalah serangan iblis kepada setiap orang percaya..,menyebarkan ketakutan, lewat intimidasi, untuk membuat kita ragu akan Allah kita., Hizkia tahu kondisinya, makanya dia datang kepada Tuhan membawa semua pergumulan yang di hadapinya di dalam hadiratnya, Sikap Hizkia harus kita teladani.., seberat apapun tekanan yang kita hadapi, kita harus belajar untuk menyerah Kepada TUHAN, dan membiarkan Dia yang menyelesaikannya.
Luar biasa penyertaan Tuhan terhadap Hizkia.., ketika Hizkia menyerahkan daftar masalahnya kepada Tuhan ( Yesaya 37:14) maka TUHAN yang turun tangan langsung untuk berperang bagi Hizkia.., dalam 2 taw 32:20-21 dikatakan: Tetapi oleh karena raja Hizkia dan nabi Yesaya bin Amos berdoa dan berseru kepada Sorga. Lalu TUHAN mengirim Malaikat yang melenyapkan semua pahlawan yang gagah perkasa pemuka dan panglima yang ada di perkemahan Asyur. Malaikat Tuhan membunuh 185.000 pasukan dari kerajaan Asyur. Allah dapat memuhlihkan setiap kesesakan yang kita alami, asalkan kita menyerahkannya kepada Allah. Tidak ada yang tidak dapat Allah lakukan bagi kita, satu prinsipnya.., kita menyerahkan daftar pergumulan kita dalam HadiratNya.
Hizkia telah mengalami 2 kemenangan besar dalam hidupnya., TUHAN memulihkan kerajaannya, dan TUHAN menolong dia dari kepungan raja Sanherib, tapi dalam pembacaan Yesaya 38 ayat 1 dikatakan: "pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati". kenapa Hizkia yang baru merayakan sebua kemenangan besar dimana secara langsung Allah menolong hidupnya tiba-tiba sakit dan hampir mati, bahkan Nabi Yesaya di perintahkan oleh TUHAN untuk menyampaikan hari kematian dari Hizkia, mengapa Hizkia mengalaminya??? jika kita membaca dalam 2 Taw 32: 23 : " Banyak orang membawa persembahan ke Yerusalem untuk TUHAN dan barang-barang berharga untuk Hizkia, raja Yehuda itu. Sejakl itu ia diagungkan oleh semua bangsa". masalahnya adalah ada pada kata "ia diagungkan oleh semua bangsa" keagungan itu hanya milik TUHAN bukan milik yang lain, dikatakan dalam Yesaya 42:8 : " Aku ini TUHAN, itulah nama-Kh; Aku tidak akan memberikan kemulian-Ku kepada yang lain atau kemasyuran-Ku kepada patung". keagungan dan Kemuliaan itu hanya milik TUHAN, tidak kepada yang lain termasuk Hizkia, makanya ketika Hizkia di agungkan oleh semua bangsa, Hizkia telah mengambil apa yang hanya menjadi miliK TUHAN. untuk itu mengapa Allah hendak mencabut nyawa Hizkia, karena dia mencuri Kemuliaan Tuhan.., jika kita dengan keberhasilan kita membuat kita menjadi sombong dan lupa diri bahkan melupakan TUHAN sebagai sumber pemulihan, maka TUHAN akan siap untuk menancapkan duri dalam daging kita, untuk membuat kita menyadari bahawa kita ini hanya manusia yang dari debu dan tanah..,
Dalam 2 Korintus pasal 12 : 7: "Dan jangan supaya aku meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk mengecoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri". Allah siap untuk menaruh duri dalam hidup kita sekalipun itu menyakitkan, agar kita tetap terjaga dalam batasan batasan yang telah Allah tetapkan, "Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi sempurna" ( 2 kor 12:9) sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Hizkia menyadari hal itu.., bahwa dia telah mencuri kemuliaan TUHAN dan sekali lagi Dia memohon pengampunan dari TUHAN, dan meminta TUHAN untuk memperpanjang umurnya.., dan TUHAN memulihkan Hizkia, bahkan sebagai bukti bahwa Tuhan akan memulihkan Hizkia maka TUHAN membuat Matahari mundur 15 menit.., Luar biasa Allah kita, Dia dapat memulihkan waktu-waktu kita yang hilang, Dia dapat mengembalikan waktu-waktu yang terbuang akibat masa lalu kita. TUHAN sanggup untuk melakukan segala perkara untuk kita, karena Dia adalah Allah atas alam semesta ini.
Hizkia dilahirkan dengan keadaan kerajaan yang mengalami masalah secara Agama dan politik, dimana Raja Ahas yang merupakan ayah dari Hizkia adalah sorang raja yang jahat dimata Tuhan, seorang raja yang tidak bertobat, dan tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti Daud bapa leluhurnya, ini membuat TUHAN merendahkan Yehuda oleh karena Ahas berlaku tidak setia kepada Tuhan, (2 Taw 28:19), Pada waktu itu majulah Rezin raja Aram, dan Pekah bin Remalya, raja Israel mengepung Yerusalem, bukan hanya itu bahkan Tilgat-Pilneser raja negeri Asyur datang kepada Ahas bukan untuk membantu melainkan untuk menyesakkannya.
Setelah Ahas mati, Hizkia yang mewarisi kerajaan Yehuda dalam kondisi seperti ini, dimana kerajaan tidak dalam keadaan baik, orang Israel banyak yang tidak hidup dalam kehendak Tuhan, tapi yang luar biasa dari Hizkia, dia tidak menyerah cuma karena keadaannya salah, dia tidak meyelahkan keadaan, menyelahkan Tuhan, menyalahkan ayahnya, tapi Hizkia mau melakukan perubahan, supaya kerajaannya biasa berubah.
Ada 3 Terobosan yang Hizkia lakukan yang membuat dia mengalami terobosan yang luar biasa dalam kerajaannya maupun dalam kehidupannya dalam Tuhan.
1. Hizkia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. Pada jaman raja Ahas ayahnya raja Ahas menutup pintu Rumah TUHAN dan membuat mezbah-mezbah bagi dirinya di segenap penjuru Israel ( 2 Taw 28:24) . Hizkia menyadari untuk melakukan sebuah perubahan di mulai dengan TUHAN, tidak ada pemulihan dalam hal apapun jika tidak di mulai dengan hubungan kita dengan TUHAN, membuka pintu rumah TUHAN berarti membuka hubungan kita dengan TUHAN, mebuka hati kita untuk TUHAN, mengapa Yesus mau mati di atas kayu salib, itu karena Dia mau memulihkan hubungan kita dengan BAPA,makanya Yesus menyebut dirinya Akulah Pintu (Yoh 10:9) hanya Yesus satu- satunya jalan kepada BAPA tidak ada pintu yang lain, makanya jika pintu itu rusak maka kita tidak punya akses untuk datang kepada BAPA, makanya mari kita membuka dan memperbaiki pintu yang telah rusak, karena ini adalah jalan menuju sebuah terobosan. Ada 2 hal yang harus kita lakukan untuk memulihkan hubungan kita dengan TUHAN :
- Kekudusan Hidup Allah kita adalah Allah yang Maha Kudus, dan sebagai Allah yang Maha Kudus Dia tidak tehampiri oleh dosa, jangan main-main dengan Tuhan, Dia adalah Api yang menghanguskan, bukan berarti kita telah menerima Yesus, kemudian kita seenaknya saja hidup dalam dosa. Dalam 2 Taw 29:5 Hizkia memerintahkan kepada orang Lewi untuk menguduskan diri mereka dan mengeluarkan kecemaran dari tempat Kudus, pengudusan diri kita sangat penting untuk memulihkan hubungan kita dengan BAPA.
- Merekomitmen kembali Hubungan kita dengan TUHAN. Allah Kita adalah Allah perjanjian, sepanjang sejarah mulai dari Adam sampai kitab wahyu penuh dengan perjanjian antara Allah dengan manusia, Dia mengikat perjanjian dengan Nuh, Abraham, dan Daud, bahkan dengan orang Orang Israel Dia mengikat perjanjian, dan setiap ikatan perjanjian ada konsukuensi yang telah disepakati bersama antara Allah dan orang Israel, dimana jika mereka tetap Menyembah TUHAN dan tidak menyembah kepada allah yang lain makan TUHAN akan memberkati mereka, melindungi, bahkan menjadikan mereka bangsa yang besar, tapi jika mereka menyembah allah yang lain maka TUHAN yang akan menghancurkan mereka, ini adalah sebuah perjanjian. Hizkia menyadari ini, makanya Hizkia membuat perjanjian kembali dengan TUHAN, dimana orang Israel telah melanggarnya. penting bagi kita untuk membangun sebuah komitmen dengan TUHAN, untuk kita berkomitmen dalam panggilan kita dalam pelayanan, berkomitmen berarti mengikatkan diri kita dengan TUHAN.
2. Hizkia merayakan Paskah.
Paskah pada jaman Israel, adalah merayakan sebuah kelepasan dari kematian, dimana TUHAN membunuh semua anak sulung di mesir kecuali di Israel di mana rumah mereka memiliki metrai dara Anak domba, merayakan paskah berarti mereka mengingat Kebaikan TUHAN atas mereka, dimana TUHAN sebagai penyelamat, paskah bagi kita adalah merayakan hari kemenangan atas dosa lewat kematian dan kebangkitan Kristus, dimana kita di selamatkan oleh karenaNya, Hizkia menyadari bahwa dia harus tetap mengingat kebaikan TUHAN dalam hidupnya, kita harus merayakan paskah setiap saat, yaitu selalu mengucap syukur atas kebaikan TUHAN atas hidup kita.
3. Hizkia mengatur sumbangan untuk para Imam dan orang Lewi
Hizkia mengerti prinsip memberi, bagaimanapun masalah keuangan yang di hadapi oleh Hizkia, dia menyadari untuk belajar memperhatikan para Imam dan orang lewi, karena mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam Rumah Allah, belajar memberi adalah sebuah langkah terobosan yang sangat prinsip untuk mengalami sebuah pemulihan, memberi dalam Rumah Allah akan membukakan tingkap-tingkap langit bagi kita, dalam kitab Amsal 3:27 dikatakan, "Jangan menahan kebaikan bagi mereka yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya"
Ketika Hizkia melakukan 3 langkah terobosan di atas sungguh luar biasa pemulihan yang dia alami dalam kerajaannya, secara Iman, politik, maupun finansial. Dalam 2 Taw 31:20-21 di sana dikatakan bahwa Hizkia melakukan semuanya itu dengan segenap hati, dan TUHAN membuat segalanya usahanya berhasil.
Tapi kisah Hizkia bukan hanya sampai dia berhasil.., itu baru tonggak dasar dari ujian iman yang harus dia lewati, dalam 2 Taw 32 : 1, dikatakan: Setelah peristiwa yang menunjukan kesetian Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu yehuda. jangan kita berpikir bahwa setelah Tuhan menolong kita, atau setelah kita mengalami mujizat Tuhan, atau baru mengalami babtisan Roh Kudus, kemudian masalah selesai, belum tentu, Hizkia baru selesai memperoleh kemenangan tapi kenyataannya datanglah sebua serbuan dari raja Asyur.., justru pengalaman kemenangan kita dengan Tuhan ketika melewati banyak pergumulan akan membuat iman kita semakin tertancap dalam dengan Tuhan, membuat kita sulit untuk tergoncangkan.
Serangan yang di alami oleh Hizkia bukan hal yang mudah.., raja Sanherib baru saja merayakan kemenangan atas bangsa israel.., pada masa itu kerajaan asyur dalam puncak kemenangan besar, dimana banyak sekali daerah mereka taklukan, makanya raja asyur menyuruh juru minum raja pergi untuk meminta Hizkia menyerah, juru minum raja datang untuk mengintimidasi Hizkia, mencemooh Allah Israel, untuk membuat Hizkia goyah akan imannya kepada TUHAN, ini adalah serangan iblis kepada setiap orang percaya..,menyebarkan ketakutan, lewat intimidasi, untuk membuat kita ragu akan Allah kita., Hizkia tahu kondisinya, makanya dia datang kepada Tuhan membawa semua pergumulan yang di hadapinya di dalam hadiratnya, Sikap Hizkia harus kita teladani.., seberat apapun tekanan yang kita hadapi, kita harus belajar untuk menyerah Kepada TUHAN, dan membiarkan Dia yang menyelesaikannya.
Luar biasa penyertaan Tuhan terhadap Hizkia.., ketika Hizkia menyerahkan daftar masalahnya kepada Tuhan ( Yesaya 37:14) maka TUHAN yang turun tangan langsung untuk berperang bagi Hizkia.., dalam 2 taw 32:20-21 dikatakan: Tetapi oleh karena raja Hizkia dan nabi Yesaya bin Amos berdoa dan berseru kepada Sorga. Lalu TUHAN mengirim Malaikat yang melenyapkan semua pahlawan yang gagah perkasa pemuka dan panglima yang ada di perkemahan Asyur. Malaikat Tuhan membunuh 185.000 pasukan dari kerajaan Asyur. Allah dapat memuhlihkan setiap kesesakan yang kita alami, asalkan kita menyerahkannya kepada Allah. Tidak ada yang tidak dapat Allah lakukan bagi kita, satu prinsipnya.., kita menyerahkan daftar pergumulan kita dalam HadiratNya.
Hizkia telah mengalami 2 kemenangan besar dalam hidupnya., TUHAN memulihkan kerajaannya, dan TUHAN menolong dia dari kepungan raja Sanherib, tapi dalam pembacaan Yesaya 38 ayat 1 dikatakan: "pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati". kenapa Hizkia yang baru merayakan sebua kemenangan besar dimana secara langsung Allah menolong hidupnya tiba-tiba sakit dan hampir mati, bahkan Nabi Yesaya di perintahkan oleh TUHAN untuk menyampaikan hari kematian dari Hizkia, mengapa Hizkia mengalaminya??? jika kita membaca dalam 2 Taw 32: 23 : " Banyak orang membawa persembahan ke Yerusalem untuk TUHAN dan barang-barang berharga untuk Hizkia, raja Yehuda itu. Sejakl itu ia diagungkan oleh semua bangsa". masalahnya adalah ada pada kata "ia diagungkan oleh semua bangsa" keagungan itu hanya milik TUHAN bukan milik yang lain, dikatakan dalam Yesaya 42:8 : " Aku ini TUHAN, itulah nama-Kh; Aku tidak akan memberikan kemulian-Ku kepada yang lain atau kemasyuran-Ku kepada patung". keagungan dan Kemuliaan itu hanya milik TUHAN, tidak kepada yang lain termasuk Hizkia, makanya ketika Hizkia di agungkan oleh semua bangsa, Hizkia telah mengambil apa yang hanya menjadi miliK TUHAN. untuk itu mengapa Allah hendak mencabut nyawa Hizkia, karena dia mencuri Kemuliaan Tuhan.., jika kita dengan keberhasilan kita membuat kita menjadi sombong dan lupa diri bahkan melupakan TUHAN sebagai sumber pemulihan, maka TUHAN akan siap untuk menancapkan duri dalam daging kita, untuk membuat kita menyadari bahawa kita ini hanya manusia yang dari debu dan tanah..,
Dalam 2 Korintus pasal 12 : 7: "Dan jangan supaya aku meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk mengecoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri". Allah siap untuk menaruh duri dalam hidup kita sekalipun itu menyakitkan, agar kita tetap terjaga dalam batasan batasan yang telah Allah tetapkan, "Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi sempurna" ( 2 kor 12:9) sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Hizkia menyadari hal itu.., bahwa dia telah mencuri kemuliaan TUHAN dan sekali lagi Dia memohon pengampunan dari TUHAN, dan meminta TUHAN untuk memperpanjang umurnya.., dan TUHAN memulihkan Hizkia, bahkan sebagai bukti bahwa Tuhan akan memulihkan Hizkia maka TUHAN membuat Matahari mundur 15 menit.., Luar biasa Allah kita, Dia dapat memulihkan waktu-waktu kita yang hilang, Dia dapat mengembalikan waktu-waktu yang terbuang akibat masa lalu kita. TUHAN sanggup untuk melakukan segala perkara untuk kita, karena Dia adalah Allah atas alam semesta ini.